BERITA UMKMArsip Berita

Berita UMKM

Vianti Maghdalena, pemilik Wan Alan, usaha bumbu masakan instan asal Kota Padang Panjang berhasil menembus pasar ekspor, (Foto: Ist)
Horeka

Dari Dapur Lokal, Pengusaha Perempuan Ini Sukses Bawa Bumbu Instan Tembus Pasar Ekspor

PADANG PANJANG, UMKMTRUST.ID – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus mendorong pengusaha perempuan agar naik kelas melalui ekosistem pemberdayaan terintegrasi. Salah satu kisah datang dari Vianti Maghdalena, pemilik Wan Alan, usaha bumbu masakan instan asal Kota Padang Panjang yang berhasil menembus pasar ekspor, dengan produk yang kini telah menjangkau berbagai wilayah di Indonesia hingga pasar internasional. Wan Alan menghadirkan bumbu instan yang praktis sekaligus menjaga kualitas rasa dan kesehatan. Diproduksi tanpa tambahan MSG, produk ini menawarkan cita rasa autentik khas masakan nusantara dalam proses yang lebih ringkas. Bumbu rendang dan bumbu lengkuas menjadi unggulan karena mampu menghadirkan rasa masakan rumahan tanpa proses memasak yang panjang. OJK Andalkan Penguatan Manajemen Risiko untuk Jaga Pembiayaan UMKM Perjalanan usaha ini bermula dari skala rumahan pada masa pandemi, berawal dari produk berbasis jahe sebelum beradaptasi menghadirkan bumbu instan yang lebih sesuai dengan kebutuhan pasar. Inovasi tersebut melahirkan berbagai varian seperti bumbu gulai, soto, hingga nasi goreng yang kini semakin luas diterima. Saat ini, produk Wan Alan dapat ditemukan di toko oleh-oleh dan supermarket di Sumatra Barat, serta dipasarkan melalui reseller, marketplace, dan media sosial. Jangkauan pasar Wan Alan terus berkembang hingga menjangkau pasar ekspor ke Inggris. Vianti Maghdalena menuturkan bahwa pengembangan usaha tidak terlepas dari proses pembelajaran dan pendampingan melalui ekosistem BRI. “Saya pertama kali mengenal LinkUMKM BRI pada tahun 2022 saat saya mendaftar menjadi UMKM di Rumah BUMN Padang Panjang, saya aktif dan ikut dalam program BRIncubator 2022, alasan saya memutuskan aktif di sini karena saya banyak mendapat manfaat dari menambah ilmu terkait pemasaran, branding, manajemen, juga menambah jaringan sehingga produk saya bisa dikenal sampai sekarang,” ujarnya. OJK Andalkan Penguatan Manajemen Risiko untuk Jaga Pembiayaan UMKM Melalui program pemberdayaan Rumah BUMN BRI dan platform LinkUMKM, Vianti Maghdalena memperoleh pembelajaran pengelolaan bisnis, pemasaran, dan branding yang mendorong peningkatan omzet dan kapasitas produksi, sekaligus memperluas pasar hingga ke luar negeri. Dalam operasionalnya, Vianti Maghdalena juga memanfaatkan layanan perbankan BRI seperti QRIS dan tabungan untuk mendukung kemudahan transaksi di berbagai kanal penjualan. Vianti menambahkan bahwa perjalanan usaha tidak lepas dari tantangan seperti fluktuasi harga bahan baku dan keterbatasan peralatan produksi. Namun, konsistensi dan ketekunan menjadi kunci dalam menjaga kualitas produk dan kepercayaan pelanggan. “Hasil yang hebat lahir dari dua hal: lutut yang bersimpuh dalam doa dan tangan yang lelah karena kerja keras. Jika salah satu hilang, langkah kita akan pincang,” tegasnya. BRI melalui LinkUMKM menghadirkan ekosistem pemberdayaan untuk mendukung UMKM tumbuh berkelanjutan, mulai dari peningkatan kapasitas hingga perluasan akses pasar. Hingga akhir Maret 2026, lebih dari 15,57 juta UMKM telah memanfaatkan platform ini, didukung fitur terintegrasi serta lebih dari 840 modul pembelajaran. Prabowo Terbitkan Perpres Rindekraf 2026–2045, Ekraf Dipacu Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Nasional Pada kesempatan terpisah, Direktur Manajemen Risiko BRI, Ety Yuniarti mengungkapkan pemberdayaan perempuan bukan hanya isu sosial, tetapi merupakan strategi penting dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional. “BRI meyakini bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya di sektor UMKM. Oleh karena itu, melalui LinkUMKM dan berbagai program pemberdayaan, BRI terus berkomitmen menghadirkan akses yang setara bagi perempuan untuk berkembang, berinovasi, dan naik kelas hingga mampu bersaing di pasar global,” pungkasnya.

Jasa

OJK Bentuk Departemen Pengembangan UMKM dan Syariah

JAKARTA, UMKMTRUST.ID – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) baru saja membentuk Departemen dan Pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan Keuangan Syariah, serta membentuk Direktorat Pengawasan Perbankan Digital yang mulai efektif beroperasi di 2026. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengungkapkan, pembentukan departemen baru untuk menjawab tantangan transformasi ekonomi serta memperkuat stabilitas sistem keuangan nasional melalui pengawasan yang lebih adaptif dan terintegrasi. “OJK berkomitmen menjaga keseimbangan antara inovasi, stabilitas, dan perlindungan konsumen,” ujar Dian, dalam keterangan pers, Jumat (19/12/2025). Perkuat UMKM dan Syariah Menurutnya, UMKM merupakan pilar terpenting ekonomi nasional dengan menyumbang 99% total unit usaha dan menyerap 97% tenaga kerja. Namun per Oktober 2025, penyaluran kredit UMKM mengalami kontraksi 0,11%. Untuk mengatasi kendala tersebut, lanjut Dian, OJK telah menerbitkan Peraturan OJK (POJK) Nomor 19 Tahun 2025 tentang Kemudahan Akses Pembiayaan kepada UMKM yang mewajibkan bank dan lembaga keuangan non bank (LKNB) menyediakan skema pembiayaan yang inklusif dan terjangkau. “Selain itu, OJK telah membentuk Komite Pengembangan Keuangan Syariah (KPKS) untuk mengakselerasi pertumbuhan industri syariah agar menjadi katalis dalam ekosistem halal dan keuangan sosial,” katanya. Dian menjelaskan, tugas Departemen Pengaturan dan Pengembangan UMKM serta Keuangan Syariah ini yaitu mensinergikan program syariah nasional dan internasional guna mendorong inovasi produk yang kompetitif dan sesuai prinsip syariah. Penguatan Bank Digital OJK juga memandang, dengan proyeksi nilai ekonomi digital nasional yang mencapai US$ 360 miliar di 2030, diperlukan fokus pengawasan yang lebih khusus lewat pengalihan bank digital ke dalam satu struktur direktorat tersendiri. Dian menjelaskan, saat ini bank digital menunjukkan performa yang cukup kuat dengan tingkat permodalan atau KPMM (kewajiban penyediaan modal minimum) di atas 30% dan rasio profitabilitas atau net interest margin (NIM) mencapai 2,5 kali lipat dari rata-rata bank konvensional. “Bank digital saat ini memiliki dua fokus model bisnis utama. Pertama, bank digital yang beroperasional secara stand alone business model, yang merupakan bank digital dengan ekosistem terbatas atau tidak memiliki ekosistem sebagai distribution channel,” ujarnya. Kedua, lanjut Dian. bank digital bersinergi dengan lembaga jasa keuangan (LJK) atau bigtech dalam ekosistem, yang menggunakan model bisnis kemitraan untuk memperluas basis nasabah. “Dengan target jangka panjang berupa kemandirian fungsi intermediasi melalui internalisasi bisnis langsung demi mengurangi ketergantungan pada mitra,” katanya. Untuk menjaga stabilitas sistem perbankan, pengawasan terhadap bank akan diperkuat, khususnya pada bank digital. Pengawasan ini tak lagi hanya berfokus pada rasio keuangan, tapi dilakukan secara menyeluruh sesuai dengan karakter dan model bisnis masing-masing bank. Secara konkret, pengawasan ini mencakup beberapa aspek utama. Pertama, keamanan siber, yaitu memastikan sistem perbankan terlindungi dari ancaman kejahatan digital yang semakin kompleks. Kedua, manajemen risiko pihak ketiga, mengingat bank digital sangat bergantung pada penyedia layanan teknologi seperti komputasi awan dan sistem pembayaran, sehingga integrasi ekosistem tersebut harus benar-benar aman. Ketiga, pelindungan data nasabah, untuk menjamin kerahasiaan data pribadi di tengah tingginya aktivitas transaksi digital. “Langkah pengalihan pengawasan ini diharapkan dapat menciptakan standar pengawasan yang setara (playing field) namun tetap memberikan ruang inovasi bagi bank untuk bertransformasi secara penuh menjadi bank digital (full digital) maupun bank yang baru beralih menjadi digital,” ucap Dian.


21 April 2026Baca Selengkapnya
Industri

OJK Andalkan Penguatan Manajemen Risiko untuk Jaga Pembiayaan UMKM

JAKARTA, UMKMTRUST.ID – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimistis pembiayaan produktif pinjaman daring (pindar) tetap tumbuh, meski risiko usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) meningkat di tengah ketidakpastian ekonomi global. Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK, Agusman mengungkapkan, agar kualitas pembiayaan yang disalurkan kepada UMKM tetap terjaga, penyelenggara pindar perlu memperkuat berbagai aspek pengelolaan risiko. “Penyelenggara pindar perlu memperkuat manajemen risiko, credit scoring, dan mengoptimalkan pemanfaatan data seperti Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK untuk meningkatkan kualitas penilaian pembiayaan UMKM,” ujar Agusman dalam jawaban tertulis kepada media, baru-baru ini. Agusman mengakui, tantangan ekonomi dan kualitas pembiayaan perlu menjadi perhatian industri. Kendati demikian, kebutuhan pendanaan UMKM yang masih sangat besar membuat segmen produktif tetap memiliki ruang pertumbuhan yang menjanjikan. Dibantu Yayasan Astra–YDBA, 2.030 UMKM di 21 Daerah Masuk Rantai Pasok Industri Otomotif Ilustrasi UMKM. Foto: Ist Data OJK menunjukkan, pembiayaan ke sektor produktif yang disalurkan industri pindar hingga April 2026 mencapai Rp 34,80 triliun. Nilai tersebut setara dengan 34,09% dari total pembiayaan yang disalurkan industri pindar. Agusman menilai, keberadaan program pemerintah yang menawarkan kredit mikro berbunga rendah, bahkan di bawah 10%, tidak serta-merta akan mengganggu kinerja pindar dalam menyalurkan pembiayaan produktif kepada UMKM. OJK Optimistis Pembiayaan Produktif Pindar Tetap Tumbuh meski Risiko UMKM Meningkat Menurut Agusman, kredit berbunga rendah dan layanan pindar memiliki karakteristik dan segmen pasar yang berbeda sehingga dapat berjalan berdampingan dalam mendukung akses pendanaan bagi pelaku usaha. “Dengan demkkian, keduanya bisa saling melengkapi dalam memenuhi kebutuhan pendanaan UMKM yang beragam,” tegas dia. OJK, kata Agusman, mendorong industri pindar untuk terus meningkatkan kemampuan pengelolaan risiko serta memanfaatkan teknologi guna menjaga keberlanjutan pembiayaan bagi sektor UMKM, khususnya usaha mikro, termasuk yang berkaitan dengan data profil pelaku usaha.


Industri

Lampaui Target, JKF Bukukan Transaksi Rp 55 Miliar

JAKARTA, UMKMTRUST.ID – Jakarta Kreatif Festival (JKF) 2026 yang digelar di Istora Senayan, Jakarta, pada 4-5 Juli 2026 membukukan total nilai transaksi Rp55 miliar, melampaui target awal Rp40 miliar. Dari 377 tenant JKF 2026, 290 di antaranya merupakan tenant usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Nilai transaksi itu berasal dari transaksi penjualan, temu bisnis (business matching) pembiayaan, serta ekspor UMKM. Itu belum termasuk komitmen pembiayaan perbankan kepada korporasi senilai Rp575 miliar melalui Program Percepatan Intermediasi Indonesia (Pinisi). Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi DKI Jakarta, Iwan Setiawan mengatakan, capaian tersebut menunjukkan JKF telah berkembang menjadi platform kolaborasi yang mempertemukan pemerintah, dunia usaha, pelaku UMKM, komunitas kreatif, akademisi, lembaga keuangan, media, dan masyarakat. Dibantu Yayasan Astra–YDBA, 2.030 UMKM di 21 Daerah Masuk Rantai Pasok Industri Otomotif “Jakarta Kreatif Festival bukan sekadar festival, tetapi sebuah gerakan bersama untuk menggerakkan sektor riil di wilayah DKI Jakarta,” kata Iwan di Jakarta, Minggu (5/7/2026). Iwan Setiawan mengungkapkan, JKF 2026 menghadirkan 377 tenant, terdiri atas 290 tenant UMKM dan 87 tenant layanan, edukasi, serta komunitas yang berkolaborasi dengan 67 lembaga dan instansi. “Selama dua hari penyelenggaraan, festival ini dikunjungi sekitar 15 ribu pengunjung serta menghasilkan komitmen kerja sama antara perbankan dan sineas muda melalui Jakarta Youth Film Festival,” tutur dia. Deputi Gubernur BI, Filianingsih Hendarta menilai JKF menjadi momentum memperkuat ekosistem ekonomi kreatif sekaligus mendorong UMKM naik kelas. “JKF juga dapat mendorong UMKM naik kelas, memperluas pemanfaatan pembayaran digital, serta meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat,” ujar Filianingsih. Fokus Perkuat Pembiayaan UMKM, Bank Mandiri Optimistis Bukukan Kenaikan Kredit di Atas Industri Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menegaskan, ekonomi kreatif merupakan mesin pertumbuhan ekonomi baru Jakarta. “Kami berharap semangat kolaborasi dan kreativitas ini terus menjadi kekuatan Jakarta dalam mewujudkan kota global yang inklusif dan berkelanjutan,” tandas Pramono. Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Uus Kuswanto menambahkan, capaian JKF 2026 memperlihatkan pentingnya kreativitas dan kolaborasi sebagai fondasi pembangunan ekonomi Jakarta. Menurut dia, penguatan ekonomi kreatif, digitalisasi, inovasi, dan pemberdayaan UMKM akan menjadi modal utama dalam meningkatkan daya saing Jakarta menuju kota global.


BERITA UMKM
BERITA UMKM

Berita terbaru

Lihat Semua Berita
Horeka4 Oktober 2026

Dari Dapur Lokal, Pengusaha Perempuan Ini Sukses Bawa Bumbu Instan Tembus Pasar Ekspor

PADANG PANJANG, UMKMTRUST.ID – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus mendorong pengusaha perempuan agar naik kelas melalui ekosistem pemberdayaan terintegrasi. Salah satu kisah datang dari Vianti Maghdalena, pemilik Wan Alan, usaha bumbu masakan instan asal Kota Padang Panjang yang berhasil menembus pasar ekspor, dengan produk yang kini telah menjangkau berbagai wilayah di Indonesia hingga pasar internasional. Wan Alan menghadirkan bumbu instan yang praktis sekaligus menjaga kualitas rasa dan kesehatan. Diproduksi tanpa tambahan MSG, produk ini menawarkan cita rasa autentik khas masakan nusantara dalam proses yang lebih ringkas. Bumbu rendang dan bumbu lengkuas menjadi unggulan karena mampu menghadirkan rasa masakan rumahan tanpa proses memasak yang panjang. OJK Andalkan Penguatan Manajemen Risiko untuk Jaga Pembiayaan UMKM Perjalanan usaha ini bermula dari skala rumahan pada masa pandemi, berawal dari produk berbasis jahe sebelum beradaptasi menghadirkan bumbu instan yang lebih sesuai dengan kebutuhan pasar. Inovasi tersebut melahirkan berbagai varian seperti bumbu gulai, soto, hingga nasi goreng yang kini semakin luas diterima. Saat ini, produk Wan Alan dapat ditemukan di toko oleh-oleh dan supermarket di Sumatra Barat, serta dipasarkan melalui reseller, marketplace, dan media sosial. Jangkauan pasar Wan Alan terus berkembang hingga menjangkau pasar ekspor ke Inggris. Vianti Maghdalena menuturkan bahwa pengembangan usaha tidak terlepas dari proses pembelajaran dan pendampingan melalui ekosistem BRI. “Saya pertama kali mengenal LinkUMKM BRI pada tahun 2022 saat saya mendaftar menjadi UMKM di Rumah BUMN Padang Panjang, saya aktif dan ikut dalam program BRIncubator 2022, alasan saya memutuskan aktif di sini karena saya banyak mendapat manfaat dari menambah ilmu terkait pemasaran, branding, manajemen, juga menambah jaringan sehingga produk saya bisa dikenal sampai sekarang,” ujarnya. OJK Andalkan Penguatan Manajemen Risiko untuk Jaga Pembiayaan UMKM Melalui program pemberdayaan Rumah BUMN BRI dan platform LinkUMKM, Vianti Maghdalena memperoleh pembelajaran pengelolaan bisnis, pemasaran, dan branding yang mendorong peningkatan omzet dan kapasitas produksi, sekaligus memperluas pasar hingga ke luar negeri. Dalam operasionalnya, Vianti Maghdalena juga memanfaatkan layanan perbankan BRI seperti QRIS dan tabungan untuk mendukung kemudahan transaksi di berbagai kanal penjualan. Vianti menambahkan bahwa perjalanan usaha tidak lepas dari tantangan seperti fluktuasi harga bahan baku dan keterbatasan peralatan produksi. Namun, konsistensi dan ketekunan menjadi kunci dalam menjaga kualitas produk dan kepercayaan pelanggan. “Hasil yang hebat lahir dari dua hal: lutut yang bersimpuh dalam doa dan tangan yang lelah karena kerja keras. Jika salah satu hilang, langkah kita akan pincang,” tegasnya. BRI melalui LinkUMKM menghadirkan ekosistem pemberdayaan untuk mendukung UMKM tumbuh berkelanjutan, mulai dari peningkatan kapasitas hingga perluasan akses pasar. Hingga akhir Maret 2026, lebih dari 15,57 juta UMKM telah memanfaatkan platform ini, didukung fitur terintegrasi serta lebih dari 840 modul pembelajaran. Prabowo Terbitkan Perpres Rindekraf 2026–2045, Ekraf Dipacu Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Nasional Pada kesempatan terpisah, Direktur Manajemen Risiko BRI, Ety Yuniarti mengungkapkan pemberdayaan perempuan bukan hanya isu sosial, tetapi merupakan strategi penting dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional. “BRI meyakini bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya di sektor UMKM. Oleh karena itu, melalui LinkUMKM dan berbagai program pemberdayaan, BRI terus berkomitmen menghadirkan akses yang setara bagi perempuan untuk berkembang, berinovasi, dan naik kelas hingga mampu bersaing di pasar global,” pungkasnya.

Jasa3 Oktober 2026

Jalin Kolaborasi dengan 150 Artis, Folago Buka Akses Iklan Digital Berbasis Figur Publik bagi UMKM

JAKARTA, UMKMTRUST.ID - JAKARTA, UMKMTRUST.ID – PT Folago Global Nusantara Tbk (IRSX) menjalin kolaborasi dengan sedikitnya 150 artis dan kreator konten nasional untuk membuka akses promosi digital berbasis figur publik bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Langkah itu diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dalam acara Folago All Stars: Empowering the New Creative Economy di Bursa Efek Indonesia (BEI), awal pekan ini, yang dihadiri Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Menteri UMKM Maman Abdurrahman, serta Menteri Transmigrasi M Iftitah Sulaiman Suryanagara. Dalam acara tersebut, Folago meluncurkan Folago AI Digital Twin, teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang memungkinkan representasi digital artis dan kreator konten dimanfaatkan dalam ekosistem periklanan digital. Melalui teknologi ini, UMKM dapat menggunakan figur publik (public figures) untuk kebutuhan promosi tanpa harus melalui proses negosiasi dukungan (endorsement) yang panjang dan mahal. Direktur Utama PT Folago Global Nusantara Tbk, Subioto Jingga mengungkapkan, kerja sama dengan lebih dari 150 artis nasional itu merupakan langkah awal untuk membangun ekosistem ekonomi kreatif yang lebih inklusif. “Kami ingin meruntuhkan hambatan yang selama ini memisahkan UMKM dari ekosistem periklanan berbasis artis. Setiap pelaku usaha, sekecil apa pun skalanya, berhak memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh dan bersaing,” ujar Subioto di Main Hall BEI, Jakarta, Senin (25/5/2026). Selama ini, menurut Subioto, penggunaan artis dan kreator konten dalam kampanye pemasaran umumnya hanya dapat dijangkau perusahaan besar karena tingginya biaya dan rumitnya proses kerja sama. “Kehadiran Folago AI Digital Twin diharapkan dapat mengatasi kendala tersebut dengan menyediakan sistem yang lebih terstandardisasi dan terjangkau bagi UMKM,” tutur dia. Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya menilai inisiatif tersebut sejalan dengan upaya memperkuat ekonomi kreatif sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi nasional. “Ekonomi kreatif bukan lagi sektor pelengkap. Ini adalah sektor strategis yang menciptakan lapangan kerja, menghasilkan kekayaan intelektual, dan membuka peluang ekspor,” kata dia. Menteri UMKM, Maman Abdurrahman menyebut kolaborasi dengan ratusan artis dan kreator konten dapat menjadi solusi terhadap tantangan pemasaran yang selama ini dihadapi para pelaku UMKM. “Banyak UMKM memiliki produk berkualitas, tetapi masih kesulitan mendapatkan akses pasar dan pemasaran digital. Kehadiran lebih dari 150 artis dalam ekosistem Folago merupakan jawaban konkret atas tantangan tersebut,” papar Maman. Sementara itu, Menteri Transmigrasi, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan, digitalisasi harus menjadi sarana pemerataan ekonomi, termasuk bagi UMKM di kawasan transmigrasi dan daerah pertumbuhan baru. “Digitalisasi ekonomi tidak boleh hanya dinikmati masyarakat perkotaan. Teknologi harus menjadi jembatan pemerataan ekonomi bagi daerah dan kawasan transmigrasi,” tandas dia. Subioto Jingga menjelaskan, akses ke layanan promosi tersebut disediakan melalui platform Iklan Rakyat yang terintegrasi dengan Folago AI. Platform ini dirancang agar dapat digunakan secara mandiri oleh pelaku UMKM dengan skema biaya yang disesuaikan dengan kemampuan dan skala usaha masing-masing. Sebagai bagian dari kolaborasi tersebut, Folago juga menyatakan kesiapan mendukung pengembangan ekosistem digital di berbagai daerah melalui penyediaan akses internet yang lebih terjangkau bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif. “Melalui sinergi teknologi, ekonomi kreatif, dan jaringan ratusan artis nasional, kami berharap dapat membuka peluang yang lebih luas bagi UMKM untuk meningkatkan visibilitas, memperluas pasar, dan naik kelas di era digital,” tutur dia. (Siv)

Jasa3 Oktober 2026

OJK Optimistis Pembiayaan Produktif Pindar Tetap Tumbuh meski Risiko UMKM Meningkat

JAKARTA, UMKMTRUST.ID – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimistis pembiayaan produktif pinjaman daring (pindar) tetap tumbuh, meski risiko usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) meningkat di tengah ketidakpastian ekonomi global. Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK, Agusman mengungkapkan, agar kualitas pembiayaan yang disalurkan kepada UMKM tetap terjaga, penyelenggara pindar perlu memperkuat berbagai aspek pengelolaan risiko. “Penyelenggara pindar perlu memperkuat manajemen risiko, credit scoring, dan mengoptimalkan pemanfaatan data seperti Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK untuk meningkatkan kualitas penilaian pembiayaan UMKM,” ujar Agusman dalam jawaban tertulis kepada media, baru-baru ini. Agusman mengakui, tantangan ekonomi dan kualitas pembiayaan perlu menjadi perhatian industri. Kendati demikian, kebutuhan pendanaan UMKM yang masih sangat besar membuat segmen produktif tetap memiliki ruang pertumbuhan yang menjanjikan. Data OJK menunjukkan, pembiayaan ke sektor produktif yang disalurkan industri pindar hingga April 2026 mencapai Rp 34,80 triliun. Nilai tersebut setara dengan 34,09% dari total pembiayaan yang disalurkan industri pindar. Agusman menilai, keberadaan program pemerintah yang menawarkan kredit mikro berbunga rendah, bahkan di bawah 10%, tidak serta-merta akan mengganggu kinerja pindar dalam menyalurkan pembiayaan produktif kepada UMKM. Menurut Agusman, kredit berbunga rendah dan layanan pindar memiliki karakteristik dan segmen pasar yang berbeda sehingga dapat berjalan berdampingan dalam mendukung akses pendanaan bagi pelaku usaha. “Dengan demkkian, keduanya bisa saling melengkapi dalam memenuhi kebutuhan pendanaan UMKM yang beragam,” tegas dia. OJK, kata Agusman, mendorong industri pindar untuk terus meningkatkan kemampuan pengelolaan risiko serta memanfaatkan teknologi guna menjaga keberlanjutan pembiayaan bagi sektor UMKM, khususnya usaha mikro, termasuk yang berkaitan dengan data profil pelaku usaha. (gus)

Jasa3 Oktober 2026

Menpar Perkuat Promosi dan Ekosistem Pariwisata

JAKARTA, UMKMTRUST.ID – Menteri Pariwisata (Menpar), Widiyanti Putri Wardhana berjanji akan terus memperkuat promosi pariwisata di dalam maupun luar negeri serta berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam ekosistem pariwisata, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). “Promosi pariwisata diperkuat melalui berbagai kegiatan sales mission, business matching, business gathering, forum, dan pameran internasional,” kata Widiyanti dalam Laporan Bulanan Kinerja Kementerian Pariwisata (Kemenpar) di Jakarta, Jumat (10/7/2026). Menpar Widiyanti menegaskan, promosi sangat penting untuk menjaga keberlanjutan permintaan pasar, memperkuat jejaring industri, membuka akses pasar baru, dan memastikan momentum pertumbuhan wisatawan mancanegara (wisman) terus terjaga. Untuk menarik kunjungan wisman, menurut dia, Kemenpar sepanjang Mei dan Juni 2026 berpartisipasi dalam berbagai kegiatan promosi di sejumlah negara, yakni China, Korea Selatan, India, dan Malaysia. Promosi pariwisata juga digalakkan di dalam negeri untuk mendorong perjalanan wisatawan Nusantara (wisnus). Menpar mengungkapkan, dari rangkaian kegiatan tersebut, tercatat potensi perjalanan sebanyak 36.807 pax, potensi transaksi sebesar Rp7,27 miliar, dan potensi devisa mencapai Rp559,48 miliar. Wakil Menpar, Ni Luh Puspa menambahkan, sebagai instrumen penting dalam pariwisata, pelaksanaan event dari daerah yang dapat menggerakkan perekonomian daerah diperkuat melalui Karisma Event Nusantara (KEN) 2026. Dia menjelaskan, Kemenpar tahun ini mendukung 125 event daerah terkurasi yang tersebar di 38 provinsi. Hingga 30 Juni 2026, sebanyak 36 event telah selesai dilaksanakan, dua event sedang berlangsung, dan 87 event dijadwalkan berlangsung hingga akhir 2026. Dari 36 event yang telah terlaksana, menurut Ni Luh Puspa, sebanyak 23 event telah selesai dikaji dampaknya dan mencatatkan 1,34 juta pengunjung serta transaksi ekonomi langsung senilai Rp90,53 miliar. Pelaksanaan event itu juga melibatkan 10,61 ribu UMKM, 23,59 ribu pekerja seni, serta membuka lapangan kerja bagi 20,27 ribu tenaga kerja. “Momentum penyelenggaraan KEN yang banyak berlangsung pada musim liburan menjadi penting karena mampu menggerakkan perjalanan wisatawan, meningkatkan eksposur destinasi, dan memberikan dampak langsung bagi ekonomi masyarakat di daerah,” papar Ni Luh. Dia mengemukakan, Kemenpar pun terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai kementerian dan lembaga (K/L). Kemenpar melakukan koordinasi lintas sektor melalui Rapat Koordinasi Tingkat Menteri tentang Penguatan Tata Kelola Ekosistem Kebandarudaraan. “Terdapat tiga arahan utama yang menjadi tindak lanjut Kemenpar, yakni mempercepat pengembangan empat Destinasi Pariwisata Prioritas Percepatan, yaitu Danau Toba, Borobudur, Mandalika, dan Labuan Bajo, secara terintegrasi dengan pengembangan wilayah, bandar udara, serta konektivitas penerbangan,” papar dia. Arahan kedua, kata Wamenpar, yaitu memperkuat promosi dan pengembangan pola perjalanan wisata terpadu. Ketiga, menyelaraskan dukungan anggaran, pembukaan rute penerbangan internasional, serta sinergi pemerintah daerah dan pengelola bandar udara untuk pengembangan empat Destinasi Pariwisata Prioritas Percepatan. (sal)

Perdagangan2 Oktober 2026

Cegah Ekspor UMKM Mandek, Menteri Maman Minta Pengusaha Perkuat Pasar Domestik

JAKARTA, UMKMTRUST.ID — Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman meminta pelaku UMKM memperkuat pasar domestik untuk mencegah kegiatan ekspor hanya berlangsung sekali kemudian mandek. Ekspor harus ditopang fundamental usaha dan basis pasar dalam negeri yang kuat agar mampu berlanjut dan berkembang di pasar global. Menteri Maman mengungkapkan, ekspor merupakan peluang besar bagi UMKM untuk meningkatkan skala usahanya. Namun, dorongan untuk menembus pasar internasional tidak boleh membuat pelaku usaha mengabaikan pasar domestik yang menjadi fondasi keberlanjutan bisnis. “Boleh kita support (dukung) teman-teman untuk ekspor, 100% kita dukung. Tetapi pastikan kualitas produk mereka di domestik juga sudah kuat. Jangan sampai kita ekspor satu kali, setelah itu tidak berlanjut,” kata Maman dalam acara Kopdar Ekspor di Gedung SMESCO, Jakarta, Selasa (1/9/2026). Menurut Maman, pasar domestik berperan sebagai tempat bagi UMKM untuk menguji kualitas produk sekaligus membangun kapasitas produksi. Dari pasar dalam negeri, pelaku usaha dapat memperbaiki produk, memperkuat manajemen keuangan, memahami kebutuhan konsumen, dan membangun basis pelanggan sebelum menghadapi persaingan di pasar internasional. Karena itu, Menteri Maman mengingatkan para pelaku UMKM agar tidak menjadikan ekspor sebagai tujuan yang dikejar terlalu dini tanpa kesiapan bisnis. Ekspansi ke pasar global harus dilakukan setelah pelaku usaha memiliki kemampuan mempertahankan kualitas dan memenuhi permintaan secara konsisten. “Tidak ada pengusaha di mana pun yang tidak memulai dari pasar lokal mereka. Kita sering belum apa-apa sudah memikirkan ekspor, tetapi lupa memperkuat pasar domestik,” ujar dia. Menteri UMKM menjelaskan, pasar domestik yang kuat dapat menjadi benteng pertahanan bagi produk UMKM Indonesia. Selain menjadi sumber pertumbuhan, pasar nasional memberikan ruang bagi produk lokal untuk berkembang sehingga tidak mudah terdesak oleh produk impor. Untuk memperkuat fondasi UMKM, menurut Maman, Kementerian UMKM menghadirkan sistem layanan terintegrasi SAPA UMKM. Layanan tersebut dirancang untuk memudahkan pelaku usaha di berbagai daerah memperoleh akses terhadap verifikasi usaha, legalitas, sertifikasi, pembiayaan, hingga pemasaran digital tanpa harus datang ke Jakarta. “Adapun SMESCO sebagai perpanjangan tangan Kementerian UMKM turut memetakan kesiapan pelaku usaha untuk memasuki pasar ekspor,” tutur dia. Direktur Utama SMESCO, Doddy Akhmadsyah Matondang menambahkan, dari sekitar 100.000 data UMKM yang terdaftar, sebanyak 267 UMKM telah teridentifikasi siap memasuki pasar ekspor. SMESCO juga telah menghubungi secara langsung 1.083 UMKM dan menemukan 551 UMKM yang masih berpotensi untuk terus dikembangkan. Doddy mengungkapkan, tantangan utama yang masih dihadapi pelaku UMKM di antaranya perizinan, pembiayaan, dan strategi pemasaran. “Kami berkomitmen menyediakan end-to-end services (layanan menyeluruh) bagi UMKM, mulai dari akses pemasaran, pembiayaan hingga perizinan, sehingga semakin banyak UMKM Indonesia yang siap dan mampu melakukan ekspor secara berkelanjutan,” tutur Doddy. Dengan penguatan pasar domestik dan dukungan terhadap kesiapan ekspor, kata Doddy Akhmadsyah, pemerintah berharap UMKM tidak berhenti pada keberhasilan menembus pasar internasional untuk pertama kalinya. Ekspor diharapkan menjadi bagian dari pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, dengan fondasi usaha yang kuat di pasar dalam negeri.

Perdagangan2 Oktober 2026

Pemerintah Buka Jalan UMKM Tembus Pasar Eropa lewat IEU-CEPA

JAKARTA, investortrust.id – Pemerintah membuka jalan bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk menembus pasar Eropa melalui Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). Penandatanganan letter of intent (LoI) atau nota kesepahaman dengan Irlandia menjadi salah satu langkah awal untuk memperluas keterlibatan UMKM dalam perdagangan dan investasi sebagai bagian dari implementasi IEU-CEPA. Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Edi Prio Pambudi mengatakan, penandatanganan LoI dengan Irlandia menunjukkan keseriusan pemerintah mendorong pengembangan UMKM, sekaligus memanfaatkan peluang yang terbuka dari IEU-CEPA. “Dengan dokumen yang kita tanda tangani, kita ingin memperdalam apa saja yang bisa kita lakukan, terutama untuk mengefisienkan hubungan perdagangan dan investasi,” kata Edi di Jakarta, Jumat (4/9/2026). Menurut Edi, Irlandia dapat menjadi salah satu pintu masuk untuk meningkatkan keterlibatan UMKM Indonesia di pasar Eropa. Peluang tersebut terutama terbuka bagi UMKM yang telah memanfaatkan teknologi digital sehingga lebih siap menjangkau konsumen dan mitra bisnis di pasar internasional. Langkah tersebut, kata Edi, perlu segera ditindaklanjuti dengan berbagai program konkret. Sejumlah usulan yang disampaikan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dinilai dapat menjadi pijakan untuk mempercepat kerja sama tersebut. “Tadi sudah banyak usulan yang dihasilkan oleh Kadin yang harus segera ditindaklanjuti,” ujar dia. Duta Besar Irlandia untuk Indonesia, Sharon Lennon menegaskan komitmen negaranya untuk mendukung pengembangan UMKM di Indonesia. Irlandia memiliki direktorat khusus Asia Tenggara yang salah satu mandatnya adalah mendorong dan mendukung UMKM di berbagai negara. “Melalui letter of intent, melalui upaya implementasi terhadap IEU-CEPA, kita akan benar-benar mendukung keterlibatan UMKM,” tandas Sharon. Dia menambahkan, kerja sama tersebut berlangsung ketika hubungan ekonomi Indonesia dan Irlandia menunjukkan perkembangan positif. Nilai perdagangan bilateral kedua negara mencapai US$228,6 juta sepanjang 2025. Hingga Juli 2026, nilai perdagangan Indonesia-Irlandia secara kumulatif telah mencapai US$145 juta. “Perkembangan nilai perdagangan tersebut menunjukkan masih besarnya ruang untuk memperluas hubungan ekonomi kedua negara,” tutur dia. Edi Prio Pambudi menjelaskan, Irlandia memiliki sejumlah sektor unggulan yang dapat menjadi bidang potensial bagi pengembangan kerja sama dengan Indonesia. Sektor itu antara lain teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI), energi terbarukan dan teknologi bersih (clean technology), pembiayaan berkelanjutan (sustainable finance), pangan dan pertanian (agri-food) serta nutrisi, farmasi dan layanan kesehatan, hingga penerbangan dan jasa terkait. “Irlandia telah lama dikenal salah satu pusat teknologi terkemuka di Eropa dan menjadi basis regional bagi berbagai perusahaan teknologi global termasuk Google, Meta, Microsoft,” ucap Edi. Dengan posisi tersebut, menurut Edi, kerja sama Indonesia-Irlandia tidak hanya membuka peluang peningkatan perdagangan bilateral, tetapi juga dapat menjadi jalur bagi UMKM Indonesia untuk masuk lebih jauh ke ekosistem bisnis Eropa. “Implementasi IEU-CEPA diharapkan dapat diterjemahkan ke dalam akses pasar, kemitraan, investasi, serta penguatan kapasitas UMKM agar mampu memanfaatkan peluang tersebut secara optimal,” papar dia. (mau)